Selasa, 25 November 2014

Kesakitan Senyuman Palsu

Karya : Fajarul Ulum


Ku terdiam tersipu cemburu
Terbuai olah seonggok pelita
Tahan sakit dalam senyum
Ribuan kali kubertanya
Tapi tak pernah ada jawaban
                           
                            Aku mengakui sudah tak melihatnya
                            Sang permaisuri tegarkan jiwa
                            Hanya sembunyi dalam senyum
                            Bayang senyum berjuta makna

Rasa ini masih jelas
Jelas dulu tanpa perkara orang tua
Hanya luka yang ia perlihatkan
Rasa kecewa tak pernah ada habisnya

                            Keindahanmu…
                            Kadang kurindukan
                            Walau kau bukan anugrahku
                            Ku akan tetap tersenyum



Debu kesetiaan

Karya : Fajarul Ulum

Raga ini rapuh bagai debu
Teritiup angin langsung jatuh
Sukma ini terlalu lama menunggu
Sebuah pelita indah tanpa warna    
                                   Pelita…
                                   Paksakan hati tuk tunggu
                                   Cari cinta tak sempurna
                                   Bawa bekal hanya tekad
                                   Bukan hanya takdir kan menjawab
Indah
Jerit hati ini tak terdengar
Bak udara
Menelusuri langit kejenuhan
Ingin pergi tapi kuharapkan

Sebuah anugrah dari tuhan 

Teruntuk Presiden Baruku

Karya : Fajarul Ulum

Kami titipkan bangsa
Bukan hak kami
Kami serahkan amanah
Bukan tuk serakah 

Rubahlah negeri ini bung
Jangan biarkan negeri ini berkabung
Dalam ketamakan negeri sendiri
Tentang bukti bukan janji

Palsu hanya kata
Tuk tikus berdasi
Kami harap bukan kau bung
Karena kau pemimpin bangsa…


Kami percayakan mereka
Para tikus rakus
Bukan tuk di pelihara
Tapi buatlah sengsara

Egoislah bung
Tuk majukan negeri ini
Yang penuh benci
Tentang palsunya janji 

Kami haus tuk teriak
INDONESIA…
INDONESIA …
Dengan bangga tanpa dahaga

Teruntuk kau bung …
Teruntuk INDONESIA…

Bunga Tanpa Mahkota

Karya : Fajarul Ulum

saat nafas di ujung pedang
saat rumput tak berbisik ...
saat udara tak lagi hening
saat sepi kehilangan sunyi

kenangan indah tiada arti
hanya pajangan kusam hati
penuh sepi lekuk hati
bukan marah hanya mimpi
mimpi buruk dengan bunga
tanpa serbuk hanya mahkota
jatuh termangun di pintu tua
pintu hati bukan nafsu belaka

jutaan bintang takkan bicara
melihat hati penuh perih luka
kosong ruang hanya hampa
tentang KENANGAN DI ATAS LUKA