Kamis, 14 Juni 2018

Selalu Tepat Saat Aku Memutuskan Pergi (13/06/18)


Saat aku memutuskan untuk melangkah menjauh selalu ada beberapa pertanyaan yang melintas berulang seperti “Mengapa aku bertahan selama ini”
Lalu aku merenungi kembali kenapa dan itu yang kulakukan akhir akhir ini
Mengapa aku betah bertahan disaat kau menatapku sudah seperti orang asing ?
Aku tak bisa menjawab singkat juga walaupun panjang, tak pernah ada kesimpulan
Saat kau tak pernah melihat dan peduli padaku disitu rasa untuk melangkah pergi sampai pada titik terhebatnya, sama seperti aku yang terus menerus menyinggungmu lewat tulisanku yang tak pernah pula kau salami kalau itu 100% untukmu, antara kau tak peduli atau hanya kewajiban seseorang yang pernah mengenalku jadi kau hanya lalu, tanpa ada balasan, tanap ada apa apa. Hanya aku yang menulis dan kau yang membaca dan lalu, sudah…hanya itu bukan ?
Aku menglangkah…
Lalu bagaimana jika selama ini kau peduli ? dank au kembali, entah pemikiran bodoh ini selalu datang dan semakin menguat saat keinginan pergi mencuat pula
Iya..bagaimana jiika selama ini kau peduli, hanya saja kau tak punya nyali. Sama sepertiku yang tak pernah bisa langsung berbicara dengamu. Iya…bagaimana jika seperti itu.
Mungkin saja kau kembali dan berkata maaf telah membuatku menunggu terlalu lama
Bagaimana jika itu yang terjadi ? ah pembelaan yang cukup bodoh sebenarnya, tapi aku yang bodoh percaya kepada alasan alasan tak berdasar itu.
Aku terlalu bodoh untuk memutuskan pergi, mungkin itu yang bisa aku katakan.
Aku masih bertahan, itu kesimpulannya.
Setidaknya untuk malam ini sampai pagi


0 komentar:

Posting Komentar